Malam Lailatul Qadar: Inilah Waktu dan Kesitimewaannya

Balerumah.com - Di bulan ramadhan, bagi umat muslim akan berbahagia menyambut datangnya malam lailatul qadar pada tanggal ganjil di 10 hari terakhir penghujung bulan. Lailatul qadar disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
 
gambar via pixabay
Disebut demikian, karena pada malam tersebut, baginda Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah SWT yang disampaikan melalui Malaikat Jibril berupa kitab suci. Dalam khazanah muslim, disebut juga dengan malam nuzulul Qur’an; malam turunnya Kitab Suci Al-Qur’an.

Lailatul qadar salah satu malam yang istimewa bagi umat muslim di bulan Ramadhan. Sebagian besar umat muslim merayakannya dengan melakukan ibadah dan doa, serta melakukan itikaf di masjid. 

Lailatul Qadar turun pada tanggal-tanggal ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Seperti misalnya pada tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29. Tetapi, tetap kita harus stabil di dalam beribadah. 

Hal ini dinyatakan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah, Nabi Muhammad memerintahkan: "Carilah Lailatul Qadar itu pada tanggal gasal dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan." (HR. Bukhari). 

Meskipun malam lailatul qadar diyakini akan terjadi pada malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, akan tetapi tak ada yang tahu persis kapan terjadinya malam tersebut. Sebab kehadiran lailatul qadar dirahasiakan oleh Allah. 

Ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar telah disampaikan dalam sejumlah hadis yang diriwayatkan dari Imam Muslim, "Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru." (HR. Imam Muslim, 762). 

Kemudian, riwayat dari Ibnu Abbas, Rasullulah SAW bersabda: "Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan yang begitu menghangatkan dan menenangkan." (HR. Al Baihaqi). 
Lailatul Qadar memiliki keistimewaan dalam bulan ramadhan. Di bawah ini adalah 5 keistimewaan dari malam lailatul qadar.

1. Diturunkannya Kitab Suci Al-Qur'an
Ibnu 'Abbas dan selainnya mengatakan: "Allah menurunkan Al-Qur'an secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul 'Izzah yang ada di langit dunia. Kemudian Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tersebut secara terpisah sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama 23 tahun." (Tafsir Al-Qur'an Al 'Azhim 14: 403). Inilah salah satu keistimewaan Lailatul Qadar.

2. Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Allah Ta’ala berfirman: "Lailatul Qadri Khoirun Min Alfi Syahrin" (Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. An Nakho'i mengatakan: "Amalan di Lailatul Qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan." (Lihat Latho-if Al Ma’arif, hal. 341).

Mujahid, Qotadah dan ulama lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah sholat dan amalan pada Lailatul Qadar lebih baik dari sholat dan puasa di 1.000 bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadar. (Zaadul Masiir, 9: 191). Ini sungguh keutamaan Lailatul Qadar yang luar biasa.
3. Lailatul Qadar Adalah Malam Penuh Keberkahan
Allah Ta’ala berfirman: "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan." (QS. Ad Dukhon: 3). 
Yang dimaksud dalam penuh berkah ini adalah malam "Lailatul Qadar" dan ini sudah menunjukkan keistimewaan malam tersebut.

4. Malaikat dan Ar-Ruuh (Malaikat Jibril) Turun pada Lailatul Qadar
Keistimewaan Lailatul Qadar ditandai pula dengan turunnya Malaikat Jibril. Allah Ta'ala berfirman:

‎تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا

"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril" (QS. Al Qadar: 4)

Banyak Malaikat yang akan turun pada Lailatul Qadar karena banyaknya barokah (berkah) pada malam tersebut. Karena sekali lagi, turunnya malaikat menandakan turunnya berkah dan rahmat. Sebagaimana malaikat turun ketika ada yang membacakan Al-Qur’an, mereka akan mengitari orang-orang yang berada dalam majelis zikir yaitu majelis ilmu. Dan Malaikat akan meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu karena malaikat sangat mengagungkan mereka. (Lihat Tafsir Al Qur’an Al 'Azhim, 14: 407)

Malaikat Jibril disebut "Ar-Ruuh" dan dispesialkan dalam ayat karena menunjukkan kemuliaan (keutamaan) malaikat tersebut.

5. Dosa yang Diampuni Allah
Dosa orang yang beribadah pada malam lailatul qadar akan diampuni Allah SWT. Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:

‎مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa melaksanakan sholat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Al-Bukhari No 1901)

Ibnu Hajar Al-Asqolani mengatakan bahwa yang dimaksud 'iimaanan' (karena iman) adalah membenarkan janji Allah yaitu pahala yang diberikan (bagi orang yang menghidupkan malam tersebut). Sedangkan ‘ihtisaaban’ bermakna mengharap pahala (dari sisi Allah), bukan karena mengharap lainnya yaitu contohnya berbuat riya'. (Lihat Fathul Bari, 4: 251)
Demikianlah artikel tentang malam lailatul qadar, semoga informasi yang disampaikan bermanfaat bagi anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel