Apa Itu Puisi Kontemporer? Pengertian dan Contohnya

Balerumah.com - Mengenal puisi kontemporer dan cotohnya. Di sini akan dibahas mengenai apa itu puisi kontemporer . Dan apa saja yang membbuat puisi bisa disebut kontemporer .

Kalau kita mengatakan "kontemporer" yang tegambar dalam pikiran kita adalah sebuah lukisan yang tak masuk akal dalam pemeranannya sebagai benda atau manusia.

sumber gambar: luxuo.id
Begitu juga dengan puisi, kontemporer adalah puisi yang tidak masuk akal, gelap, atau mungkin abstrak. Tapi penulis memiliki alasan mengapa dibuat demikian. 

Tokoh penulis aliran kontemporer adalah Sutardji Calzoum Bachri, yang kita sebut dengan Presiden Penyair. Beliau adalah satu-satunya tokoh yang menulis kontemporer dan surealis dengan konsisten. 

Ciri-Ciri Puisi Kontemporer
Dikutip dari Dosen Bahasa, beberapa ciri yang melekat pada puisi kontemporer dan membedakannya dengan jenis puisi yang lain adalah:
- Bentuk tulisannya unik
- Penulisan kata, baris ataupun bait tidak sesuai dengan penulisan puisi secara umum
- Dapat terjadi kemacetan bunyi dan sampai tidak dapat dibaca, karena terkadang puisi kontemporer hanya berupa tanda baca.
- Menggunakan idiom yang tidak lazim
- Ditemukan banyak pengulangan kata, frasa, atau kelompok kata
- Terkadang mencampuradukkan kata dalam bahasa Indonesia dengan bahasa daerah atau bahasa asing.
- Menggunakan gaya bahasa paralelisme dikombinasi dengan hiperbola.

Berikut adalah contoh puisi kontemporer milik Sutardji:

TAPI

aku bawakan bunga padamu
                                       tapi kau bilang masih
aku bawakan resah padamu
                                       tapi kau bilang hanya
aku bawakan darahku padamu
                                       tapi kau bilang cuma
aku bawakan mimpiku padamu
                                       tapi kau bilang meski
aku bawakan dukaku padamu
                                       tapi kau bilang tapi
aku bawakan mayatku padmu
                                       tapi kau bilang hampir
aku bawakan arwahku padamu
                                       tapi kau bilang kalau
tanpa apa aku datang padamu
                                       wah!
                                                   Sutardji Calzoum Bachri,
                                                   1981 


Catatan:
Puisi ini terlihat dari sudut pandang orang pertama (aku lirik). Ada dua kemungkinan dari puisi ini, perihal 'Kau' sebagai seorang kekasih, atau mungkin sebagai Tuhan.

Judul puisi ini mewakili isi di dalamnya. Penggunaan kata 'tapi' pada bagian lirik adalah sebagai gaya bahasa pertentangan: kontradiksi interminus.

Dari segi penulisan, urutan baris pada puisi memiliki pemisah antara 'Aku' dan 'Kau' seperti memiliki makna tersendiri. Bisa jadi menggambarkan sebuah percakapan yang tidak akan pernah sejajar. Diperkuat lagi dengan kata 'tapi'.

Kalau kita lihat, ada 7 kalimat "aku bawakan..." Angka, atau jumlah 7 memilikisisi religi. Tidak menutup kemungkinan yang dimaksud 'Kau' dalam puisi ini adalah Tuhan. 

Ada juga pemakaian gaya bahasa perbandingan: Hiperbola. Yaitu pada bagian "aku bawakan mayatku" dan "aku bawakan arwahku". Ya, termasuk hiperbola. Mana mungkin kita bisa membawakan mayat dan arwah sendiri?

Kalau kita urutkan apa yang diucap oleh puisi ini: 
bunga - resah - darah - mimpi - duka - mayat - arwah

Dari apa yang diberikan, apa yang dipunya dalam diriya, apa yang dirasa, dan sampai apa yang membuatnya tiada. 

Secara semiotik, kata 'tapi' memiliki gambaran sebuah pengorbanan yang sia-sia, dari usaha yang keras. 

Ini puisi yang luar biasa! 

Sekarang saatnya anda yang membuat puisi kontemporer!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel