Akibat Kesalahan Cara Belajar Ini Membuat Siswa Tidak Berkembang

Balerumah.com - Mendidik siswa, mestinya guru juga memperhatikan cara belajar siswa di kelas. Hal ini sangat berkaitan dengan paham atau tidaknya siswa pada suatu pelajaran.

Tetapi, dengan murid yang tidak hanya satu, rasanya memang sulit. Terlebih lagi tak semua siswa ketika disuruh akan menuruti perintah guru.

Kadang, tugas Pekerjaan Rumah (PR)  pun tidak dikerjakan. Padahal sudah dibuat untuk dikerjakan di rumah, namun tetap saja dikerjakan di kelas.

Via: pixabay.com
Bukan karena rajin, tapi sebaliknya. Sebab siswa ketika di rumah kebanyakan dari mereka hanya sibuk bermain. Inilah yang membuat tugas tidak dikerjakan.

Di sini, Bale Rumah akan memberi kriteria  kesalahan cara belajar siswa yang umum sekali terjadi.

1. Tidak Mengulang Materi
Materi yang telah dipelajari siswa di kelas, sangat penting untuk diulang dan dipelajari lagi di rumah. Karena jika tidak, pasti mereka lupa keesokan harinya.

Hal ini disebabkan karena tak ada yang dipahami sehingga mereka tidak ingat. Dan ingatan manusia, akan tumpul apabila tidak diasah. Artinya, diulangi lagi.

Oleh karena itu, ada baiknya jika usai belajar, siswa mempelajari ulang materi - materi sebelumnya. Supaya tidak mengambil langkah yang salah dalam belajar.

2. Tidak Konsentrasi
Belajar tidak konsentrasi membuat siswa tak mampu memahami isi pelajaran yang dipelajarinya. Karena kondisi pikiran yang tidak fokua sangat memengaruhi pembelajaran.

Seperti misalnya terdistraksi terhadap sesuatu. Contohnya: ketika belajar, anda meletakkan handphone di samping. Dan ketika ada nontifikasi entah itu pesan atau game, anda segera mengambil handphone dan pada akhirnya, anda kehilangan minat untuk belajar dan lebih baik main game.

Oleh karena itu, jika belajar, singkirkan segala sesuatu yang membuat anda tidak fokus. Dengan begitu, anda akan konsentrasi dan fokus dalam belajar.

3. Menggunakan Metode Screening
Metode ini membuat siswa minim pengetahuan. Memang ada benarnya juga membaca sekilas, namun sangat disayangkan karena tidak mengetahui poin penting yang ada di dalamnya. Dan pastinya, akan ada banyak materi yang terlewati.

Lebih baik, metode seperti ini digunakan untuk membaca buku non produktif. Agar tidak terlalu memakan banyak waktu dan cukup tahu kesimpulannya.

4. Tidak Mencari Sumber Lain
Sumber lain dibutuhkan sebab sangat berpengaruh pada pemahaman siswa. Mencari sumber bisa di mana saja, ada buku, internet, atau guru lain.

Manfaat dari mencari sumber lain adalah siswa mendapatkan inspirasi baru untuk memahami materi yang sebelumnya disampaikan oleh guru.

Karena tata bahasa dalam setiap sumber materi tentunya berbeda, ada yang baku, ada pula yang lentur, dan itulah yang membuat siswa kreatif menguasai kosa kata.

5. Belajar Hanya Karena Ada Ujian
Nah, ini dia yang sering siswa lakukan. Ketika besok ingin diadakan ujian, malamnya siswa baru belajar. Dan belajarnya bukan hanya satu, tapi keseluruhan, atau mungkin poin - poinnya saja.

Padahal, dengan begitu, membuat pikiran menjadi tidak tenang dan siswa merasa sedikit tertekan karena takut apa yang dipelajari nantinya lupa.

Maka dari itu, metode seperti ini tidak dianjurkan kepada siswa demi kebaikan nilai dan kesiapan mental dalam menghadapi ujian.

Baca juga: Manfaata PBL Bagi Guru Supaya Siswa Mampu Melakukan Ini

6. Tidak Konsisten
Metode yang tidak tetap, jadwal tidak beraturan, dan malas berhadapan dengan buku merupakan bentuk tidak konsisten anda dalam belajar.

Konsisten dibutuhkan dalam belajar karena agar mendapat nilai bagus dan mempertahankan prestasi serta keaktifan.

Bisa juga memulai sesuatu dengan sederhana. Seperti misalnya membaca buku satu hari sekian halaman. Atau mengerjakan beberapa  tugas.

Tapi lakukan dengan konsisten, dan jangan mudah berubah melakukan sesuatu. Dengan begitu, anda akan tahu seberapa besar konsistensi anda.

Baca juga: Pembelajaran Musik: Catatan Pertama yang Harus Dimiliki Setiap Musisi

7. Belajar dengan Menghafal
Menghafal tentu akan membuat kita ingat, tapi belum tentu paham. Ada beberapa pelajaran yang harus dihapal, dan ada juga yang tidak untuk dihapal.

Seperti misalnya rumus matematika, ini mungkin perlu dihapal. Tapi perhitungannya, tentu harus menggunakan pahaman.

Tan Malaka pernah mengatakan: Bahwa lebiasaan menghafal itu tidak menambah kecerdasan. Malah menjadikan saya bodoh, mekanis, seperti mesin.


Dari sini bisa kita lihat bahwa tak semua orang suka menghapal, bahkan untuk seorang jenius.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Harus Ada Latihan dalam Pembelajaran Siswa

8. Belajar Hanya Sekilas
Sekilas tidak membuat orang tahu, apalagi paham. Seperti kita melihat orang, jangankan tahu rupanya apalagi kenal.

Metode ini harus kita hindari dari diri kita, karena akan membuat seseorang menjadi malas bahkan tidak termotivasi.

Kita tidak akan tahu di mana letak kesulitan apabila tak membaca secara keseluruhan. Oleh karena itu, lalukan pembelajaran dengan tuntas dan jangan hanya sekilas. Dengan begitu anda akan menemukan kemudahan dalam bslajar.

Demikianlah uraian dari Bale Rumah, apabila artikel ini bermanfaat bagi anda silahkan bagikan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel