Tips Menjaga Kesehatan Mental Remaja Saat Terjadi Wabah Mematikan

Balerumah.com – Kemunculan wabah corona berdampak bagi aktivitas dan kehidupan social remaja saat ini. Kebijakan yang muncul dari pemerintah untuk belajar dari rumah, membuat siswa remaja merasa kehilangan suasana ceria seperti berkumpul dan bersama di dalam kelas dengan teman-teman.

Via: pixabay.com
Banyak remaja yang merasa cemas, jenuh, dan kecewa karena pandemi covid-19. Akibatnya, kesehatan mental mereka tidak terjaga.

1. Cemas itu wajar
Para psikolog telah lama mengatakan bahwa kecemasan adalah fungsi normal dan sehat bagi kesehatan tubuh, karenanya kita dapat waspada terhadap segala bentk ancaman, dan membantu kita untuk cepat mengambil tindakan melidungi diri.

Kecemasan akan membantu kita dalam mengambil keputusan yang harus dilakukan, seperti misalnya mencuci tangan, tidak berkerumunan, dan menggunakan masker. Perasaan seperti itu bukan hanya membantu diri sendiri, tetapi juga membantu orang lain.

Merasa cemas akibat pandemi Covid-19 memanglah hal yang wajar, sebab sudah banyak korban yang meninggal akibat virus tersebut. Namun, anda harus benar mengerti bahwa kecemasan semacam itu masih dikatakan wajar, dan jangan khawatir.

2. Cari pengalihan
Ketika kita berada dalam kondisi yang cukup sulit, anda harus mengenal dua macam masalahnya. Ada yang bisa dikendalikan, dan ada yang tidak bisa dikendalikan. Kini, lebih banyak sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan, seperti misalnya cemas.

Sebenarnya kondisi ini tidak apa-apa, namun hal yang dapat membantu kita dalam mengjadapi situasi seperti ini yaitu hanya dengan mengalihkan pikiran kita sendiri. Anda bisa melakukan kegiatan lain yang sekiranya membuat anda nyaman dan senang.

Seperti nonton tv, membaca buku, memainkan alat musik, bermain game, dan masih banyak yang lainnya. Buatlah dirimu sesibuk mungkin agar anda lupa bahwa anda sedang mencemaskan sesuatu. Sehingga dengan begitu, pikiran menjadi teralihkan.

3. Komunikasi dengan teman
Saat ini, kita sedang melakukan social distancing demi mencegah penyebaran virus corona. Oleh karena itu, social media menjadi salah satu solusi yang baik untuk berkomunikasi. Kita harus tetap berkomunikasi, menjaga silaturrahmi. Jangan karena situasi seperti ini, kita jadi putus komunikasi.

Banyak sudah aplikasi yang menyediakan fitur untuk komunikasi berupa pesan singkat, panggilan, dan panggilan vidio. Tanyakan kepada teman bagaimana kabarnya di rumah, apa yang mereka lakukan sehari-hari ketika berada di rumah. Dengan begitu, anda bisa berbagi cerita seperti biasanya ketika kumpul. Hanya saja berbeda media.

Selain itu, komunikasi juga bermanfaat bagi kesehatan mental remaja. Karena pada masa remaja mental seseorang akan terbentuk bahkan sampai dewasa. Maka dari itu, penting bagi remaja untuk menjaga keakraban dengan temannya melalui komunikasi yang baik.

4. Fokus pada diri sendiri
Mungkin anda pernah punya keinginan untuk melakukan hal baru, demi sebuah cita-cita yang baru. Entah itu karena hobi atau bahkan karena peluang. Nah sekarang, saatnya anda mulai untuk menjalaninya, fokus terhadap tujuan. Manfaatkan waktu yang tersisa banyak di rumah.

Anda harus tetap fokus dengan tujuan, abaikan semua godaan. Anggap saja godaan itu tidak ada gunanya, seperti membeli barang kesukaan anda. Sehingga anda akan senang melakukannya. Dengan begitu kesehatan mental anda pasti terjaga.

Selain itu, fokus pada diri sendiri akan membawa anda pada harapan yang jauh dan masa depan yang kompetitif. Berani berkarya dan melakukan semaksimal mungkin. Banyak di luar sana yang berhasil, namun mereka tidak bahagia. Itu karena apa yang mereka inginkan tidak tercapai, oleh karena itu, fokualah pada tujuan.

5. Berbaik hatilah
Berbaik hatilah kepada diri sendiri maupun orang lain. Jika anda memiliki sesuatu entah itu makanan atau mainan, berbagilah kepada teman. Itu akan membuat anda merasa baik. Ketika kita berbagi, teman-teman kita senantiasa berbahagia dan kita pun jadi senang melihatnya.

Selain itu, hindarilah mengejek orang lain. Banyak sudah kasus bullying yang berujung pada maut, itu karena tidak adanya partisipasi dan dukungan dari teman. Ditambah beban pikiran yang dialaminya.

Jika anda melihat teman seperti itu, berilah dukungan padanya, ajak bicara, jangan biarkan ia sendirian. Karena ia akan merasa kesepian jika tidak ada seseorang yang mengajak bicara. Maka dari itu, berbaik hatilah pada orang lain.

6. Selami perasaan
Ketika kehilangan kesempatan untuk keluar rumah seperti sekolah, bermain, dan acara perkumpulan lainnya, memang sangat membosankan sekaligus mengecewakan.

Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi masalah tersebut?

Biarkan dirimu merasa bosan.

Ketika kita menyelami perasaan sendiri, jalan satu-satunya untuk keluar adalah dengan membiarkan diri merasakan bosan. Sehingga dengan sendirinya akan berlalu. Biarkan diri bosan, nanti juga hilang sendiri bosannya. Ketika anda sudah merasa bosan, maka akan cepat anda merasa baik.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel