Pengertian dan Contoh Puisi Epigram (Puisi Ajaran Hidup)

Via: Pixabay

Balerumah.com – Puisi epigram salah satu puisi yang mudah diserap. Artinya, puisi ini bersifat umum, mudah dimengerti, berisi nasihat, dan juga baik dibaca oleh siapa saja. Puisi ini mungkin pernah kita tulis semasih sekolah. Biasanya Sekolah Menengah Pertama sudah mulai menuliskan puisi jenis ini.

Epigram berasal dari bahasa Yunani, "epigram" yang artinya tulisan. Lalu, apakah semua tulisan berarti epigram? Belum tentu. Epigram memang artinya tulisan, tapi, tulisan yang berupa nasihat, ajaran hidup dan motivasi individu.

Di kehidupan sehari-hari, kita tentu butuh sesekali nasihat tentang kehidupan. Oleh karena itu, puisi epigram hadir sebagai wujud yang dapat menasihati, dan memotivasi kita. Saya akan memberikan contoh puisi epigram, berikut contohnya.

Baca juga: Cara Membuat Puisi yang Benar dan Indah Sesuai dengan Teori

Puisi Untuk Adik

karya: Wiji Thukul

apakah nasib kita akan terus seperti
sepeda rongsokam karatan itu?
o... tidak, dik!
kita akan terus melawan
waktu yang bijak bestari
kan sudah mengajari kita
bagaimana menghadapi derita
kitalah yang akan memberi senyum
kepada masa depan

jangan menyerahkan diri kepada ketakutan
kita akan terus bergulat

apakah nasib kita akan terus seperti
sepeda rongsokan karatan itu?
o... tidak, dik!
kita harus membaca lagi
agar bisa menuliskan isi kepala
dan memahami dunia

solo, 25 mei 87

Baca juga: Apa Itu Puisi Balada? Penyair Wajib Tahu Ini! 

Aku Coba Mengerti Galaumu, Galau Kita Itu

Karya: Hasan Asphani

KALAU engkau galau, aku akan engkaukan aku. Galau kita itu, ia datang dari segala kala, ia singgah dari seluruh walau.

Ya, galau itu adalah walau, bukan kalau. Walau yang mudah dihalau. Kalau kelak menawarkan atau, bagi aku dan bagi engkau.

Baca juga: Mengenal Jenis Puisi Elegi: Pengertian, Ciri-ciri Beserta Contohnya

Rakyat Adalah Sumber Ilmu

karya: WS Rendra

Oleh karena itu rakyat adalah guru.
Adalah sumber ilmu.
Rakyat adalah gua
di mana Kresna dan Arjuna
bertapa.
Rakyat adalah samudera luas
di mana Sang Bima
bertemu dengan Dewa Rucinya.

Janganlah kita menunggu Ratu Adil.
Ratu Adil bukanlah orang.
Ratu Adil bukanlah lembaga.
Ratu Adil adalah keadaan
di mana ada keseimbangan
antara roh dan badan.

Wahyu Cakraningrat tidak ada.
Wahyu Cakraningrat, Wahyu Pendeta Raja,
adalah impian deksura.

Syahdan
di dalam alam hanyalah ada
Satu Wahyu.
Ialah Sabda.
Dan sabda adalah citra diri Tuhan.
Di dalam masyarakat manusia,
Sabda memiliki sembilan bayangan.
Itulah yang disebut sebagai sembilan wahyu.
Wahyu ahli agama.
Wahyu ahli alam.
Wahyu ahli kesenian.
Dan lalu:
Wahyu ahli obat-obatan.
Wahyu ahli pendidikan.
Wahyu ahli pertanian dan peternakan.
Selanjutnya:
Wahu Raja.
Wahyu menteri dan panglima.
Dan akhirnya: wahyu hakim.

TIM, Jakarta, 12 Juli 1975

Baca juga: Apa Itu Puisi Satire? Berikut Pengertian dan Ciri-ciri

Kepada Kawan

karya: Chairil Anwar

Sebelum ajal mendekat dan menghianat
Mencengkam dari belakang ketika kita tidak melihat
Selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa

Belum bertugas kecewa dan gentar belum ada
Tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam
Layar merah berkibar hilang dalam kelam
Kawan, mari kita putuskan kini di sini
Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri

Jadi
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan
Peluk kuncup perempuan, tinggalkan kalau merayu
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju
Jangan tembatkan pada siang dan malam

Dan
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat
Tidak minta ampun atas segala dosa
Tidak memberi pamit siapa saja

Jadi
Mari kita putuskan sekali lagi
Ajal yang menarik kita, kan merasa angkasa sepi
Sekali lagi kawan, sebaris lagi
Tikamkan pedangmu hingga ke hulu
Pada siapa yang mengairi kemurnian madu..!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel