Media yang Cocok Untuk Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)

Balerumah.com - Pembelajaran berbasis masalah, mestinya memiliki media yang lebih menarik dan lebih memancing rasa ingin tahu agar siswa dapat menyimaknya sampai paham.

Via: pixabay.com
Pada kali ini, Bale Rumah akan memberikan beberapa media yang tepat untuk anda jadikannya sebagai solusi untuk cara mengajar.

Ada beberapa media yang biasa digunakan, yaitu: media auditif, media visual, dan media audiovisual. Untuk selanjutnya, simak di bawah ini.

1. Media Auditif
Media macam ini menggunakan kemampuan mendengar yang baik. Karena media auditif merupakan media rekaman hanya dalam bentuk suara.

Media ini tidak cocok digunakan untuk orang yang memiliki kelemaham dalam pendengaran.

Oleh sebab itu, jika anda ingin menggunakan media macam ini, pastikan semua murid memiliki daya pemdengaran yang bagus.

Dan juga, ketika sedang dalam proses pembelajaran, pastikan semuanya tidak bersuara, agar pembelajaran tidak terganggu.

Edit: canva
Dalam media auditif, sangat cocok digunakan dengan metode belajar secara diskusi.

Apa saja yang termasuk media auditif?

Proadcast
Rekaman yang satu ini banyak dijumpai pada berbagai aplikasi, seperti: spotify, misalnya.

Proadcast memang disediakan bukan untuk sebagai media belajar. Tapi, dengan pembelajaran berbasis masalah, apa pun bisa jadi media.

Sebab yang namanya masalah, bisa kita jumpai di mana saja.

Radio
Mungkin, radio terlalu kuno untuk digunakan sebagai media belajar pada masa kini.

Dulu, orang-orang mendengarkan radio tidak cukup hanya seorang. Tetapi berkumpul layaknya diskusi.

Dan ketika berdiskusi inilah, pembelajaran berlangsung.

Rekaman suara
Rekaman ini bukan hanya sekedar rekaman tanpa bobot, tetapi rekaman yang juga berisi masalah, atau karya yang bisa dibedah.

Seperti misalnya membahas rekaman musik. Dalam rekaman itu, ada nada apa saja, dan aliran apa yang digunakan dalam musik tersebut.

Baca juga: 18 Karakter Pembelajaran Berbasis Masalah yang Tepat Untuk Siswa

2. Media Visual
Media macam ini menggunakan kemampuan penglihatan yang baik. Karena media ini dibuat sebagai pembelajaran yang mengandalkan indera penglihatan.

Edit: canva
Media ini memang konvensional, tetapi kurang cocok digunakan untuk orang yang memiliki kelemahan dalam penglihatan.

Jika ada yang memiliki kelemahan dalam penglihatan, usahakan ia di prioritaskan. Artinya, ia harus diletakkan sejauh mana ia mampu melihat dengan baik.

Apa saja yang termasuk media visual?

Power point
Ini adalah yang paling umun digunakan di sekolah maupun kampus. Karena pembuatannya yang tidak begitu sulit, dan mampu meringkas materi pelajaran.

Power point ini memang disediakan untuk media pembelajaran, serta memudahkan guru dalam mengajar.

Oleh sebab itu, banyak yang menggunakannya sebagai bentuk presentasi. Presentasi inilah yang menjelaskan masalah dan teori dasarnya.

Benda tiruan
Pernahkah anda melihat benda yang menyerupai struktur dan organ manusia? Itu adalah benda tiruan yang saya maksud.

Benda tiruan ini dapat kita jumpai misalnya dalam pelajaran biologi, dalam pelajaran ini kita diperlihatkan benda menyerupai jantung.

Ini adalah media yang cukup menjelaskan dan menggambarkan pandangan kita terhadap jantung.

Karena tidak mungkin juga dalam belajar, kita menggunakan jantung betulan untuk belajar. Justru itu sulit untuk memahaminya.

Gambar grafis
Seringkali kita melihat sebuah gambar seperti alat dengan tatanan struktur yang menunjukkan tempat tertentu dengan penjelasan singkat.

Dan juga sebuah gambar yang menyerupai sebuah organ tertentu dengan nama-nama bagian yang dimilikinya.

Itu adalah gambar grafis yang saya maksud. Gambar tersebut mampu menjelaskan dengan singkat, dan juga lebih mudah kita memahaminya ketimbang kita melihat secara real.

Baca juga: Contoh Pembelajaran Berbasis Masalah yang Bisa Digunakan di Kelas

3. Media Audiovisual
Media macam ini adalah gabungan dari media auditif dan visual. Dalam media ini menggunakan dua unsur: suara dan gambar.

Edit: canva
Audiovisual terbagi menjadi 2, yaitu:

1. Audiovisual murni
Audiovisual murni sering disebut sebagai audiovisual gerak.

Yaitu merupakan gabungan auditif dan visual yang tampil secara bersamaan disertai dengan gerak yang ada pada media tersebut.

Dari mana sumber media tersebut?

Vidio
Terkadang, ada beberapa meteri yang dirasa kurang cukup jika hanya dijelaskan secara visual saja.

Vidio berdurasi pendek bisa dijadikan sebagai media untuk menjelaskan hal-hal tersebut.

Seperti misalnya ketika menjelaskan proses metabolisme dalam tubuh.

Sebab, siswa belum tentu mengerti ketika anda menjelaskan hanya dengan cara melukis di papan tulis, atau menyuruhnya membaca buku.

Film
Film adalah vidio yang memiliki durasi yang cukup panjang. Biasanya film dibahas karena konflik yang ada pada film tersebut memiliki landasan teoritis yang tajam.

Sebuah film dibahas karena mengandung masalah di dalamnya. Kalau tidak ada masalah, ya, tidak akan dibahas.

Karena pentingnya masalah pada sebuah pembelajaran untuk belajar bagaimana cara siswa menanggapinya.

2. Audiovisual tidak murni
Media ini adalah gabungan dari media auditif dan visual yang memiliki sumber berbeda.

Media ini juga sering disebut sebagai media visual plus suara. Artinya, media yang memunculkan suara dan gambar diam, seperti film bingkai suara.

Baca juga: Cara Mudah dan Cepat Memahami Materi Kuliah Tanpa Menghapal

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel