Contoh Pembelajaran Berbasis Masalah yang Bisa Digunakan di Kelas

Balerumah. com – Belajar tidak serta-merta mengikuti atau bahkan menghapal teori yang sudah ada. Pembelajaran berbasis masalah sangat cocok untuk digunakan untuk melatih kreatifitas pelajar dalam berpikir.

Via: pixabay.com
Karena dengan pembelajaran ini, peserta didik menjadi lebih aktif dan bebas dalam menyampaikan argumen dan pendapatnya sesuai dengan pemahamannya.

Bukan hanya itu, pelajar juga harus memiliki karakter dalam megikuti pembelajaran berbasis masalah. Umumnya, terdapat 18 karakter yang harus dimiliki pelajar, silahkan kamu baca di sini.

Guru, sangat berperan untuk membimbing muridnya dalam mengatasi masalah. Guru juga sebagai orang yang menyediakan media atau masalah kepada muridnya.

Di sini, Bale Rumah menyediakan model untuk strategi pembelajaran berbasis masalah dalam 5 langkah.

Via: pixabay.com
1. Landasan Teori
Sebelum memulai , dibutuhkan pengenalan materi sebagai landasan teori kepada peserta didik. Teori yang disampaikan ini, pastinya akan berkaitan dengan masalah yang nanti akan dibahas.

Teori yang diterangkan oleh guru, perlu dipahami oleh peserta didik. Adapun ketika guru menerangkan, peserta didik setidaknya menulis sebagai rangkuman atau catatan untuk referensi ketika membahas masalah nantinya.

Sebemu berlanjut, saran saya baca dulu cara agar mudah memahami materi di sini.

Ketika menerangkan materi di depan, sesekali guru perlu membuat sesi pertanyaan agar peserta didik yang belum paham, berani untuk bertanya.

Karena jika nanti membahas masalah, tetapi belum paham landasan teorinya, maka diskusi penyelesaian masalahnya pun menjadi tidak akurat.

Maka dari itu, seorang guru perlu membimbing dan memberikan landasan teori kepada peserta didik. Supaya diskusi penyelesaian masalah, memberikan ide ide yang baru yang bersifat rasional.

Via: pixabay.com
2. Penyajian Masalah
Setelah memberi landasan teori, guru menyajikan atau menyampaikan masalah yang berkaitan dengan teori yang telah dijelaskan sebelumnya.

Penyajian masalah biasanya berkaitan dengan isu-isu terbaru yang masih hangat untuk diperbincangkan. Karena dengan cara itulah, peserta didik terlatih menjadi lebih kritis ketika menanggapinya.

Penyajian masalah ini hampir sama seperti metode perkuliahan versi milenial. virus corona yang bermula di China, tepatnya di kota Wuhan. Dari data dan berita yang didapatkan, virus tersebut mendapatkan sejumlah pendapat yang saling konfronsi.

Ada yang mengatakan virus corona berawal dari sup kelelawar, dan ada pula yang menentang dan mengatakan bahwa virus tersebut merupakan senjata biologis China.

Pendapat pendapat yang bertentangan itulah, yang perlu dibahas dalam pembelajaran berbasis masalah secara teoritis dan logis.

Dengan begitu, peserta didik akan terpancing untuk menyampaikan argumen dan aspirasinya kepada teman-temannya.

Via: pixabay.com
3. Diskusi Penyelesaian Masalah
Peserta didik akan dibagi menjadi beberapa kelompok, kelompok ini masing masing akan berdiskusi menyoal apa yang telah disajikan oleh guru sebelumnya.

Ketika berdiskusi dengan kelompoknya, peserta didik perlu membaca dan mencari literatur sebagai referensi pendapat yang akan disampaikan.

Jika ada keluhan dalam membaca, baca dulu cara agar siswa gemar membaca. Saya sudah menyediakan secara gratis, silahkan dibaca.

Masalah yang didiskusikan oleh kelompok peserta didik itu, merupakan hasil dari keterampilan dan kretifitas belajar. Jadi, guru harus memberikan penilian yang baik supaya mereka akan lebih termotivasi lagi dalam mengikuti metode pembelajaran seperti ini.

Dalam berdiskusi, peserta didik memiliki beberapa peran, yaitu:
a. mencatat
b. mencari referensi
c. bertanya, dan
d. menjadi pembicara

Peran ini disesuaikan untuk membentuk karakteristik kerja sama peserta didik dalam peoses pembelajaran yang lebih efisien dan bermakna.

Via: pixabay.com
4. Presentasi Hasil Diskusi
Setelah diskusi telah menemukan penyelesian masalah, peserta didik melakukan presentasi di depan kelas kepada teman-temannya.

Dalam presentasi ini akan dijelaskan mengenai:
a. masalah yang didapatkan
Masalah yang didapatkan berupa apa, mengapa masalah ini bisa terjadi, berapa lama masalah ini akan selesai, itu semua dirangkum dalam power point yang singkat dan jelas.

b. bagaimana cara menanggapinya
Nah, di sinilah peserta akan didik aktif dalam berpikir, dan menelaah masalah yang telah disampaikan. Diperlukan kumpulan pendapat untuk menentukan bagaimana cara menanggapinya.

c. bagaimana solusinya
Setelah mereka tahu bagaimana cara menaggapinya, mereka juga harus mencari solusi sebagai jalan keluar suatu permasalahan.

Solusi yang diajukan oleh masing-masing kelompok ini, seringkali menimbulkan kontradiksi, tetapi di situlah peserta didik mulai kreatif dan kritis.

Via: pixabay.com
5. Kesimpulan
Penarikan kesimpulan dilakukan pada akhir pembelajaran, setelah semua kelompok mengajukan solusi dan pendapatnya sesuai dengan pemahamannya masing-masing.

Seorang guru akan menyimpulkan masalah masalah yang sudah dijelaskan oleh peserta didik. Dengan cara menyatukan pendapat yang bertentangan, menyertai apa saja yang menyebabkan masalah itu timbul.

Penarikan kesimpulan juga dibutuhkan dari peserta didik, supaya mereka paham mengapa banyak terjadi kontadiksi dalam masalah.

Oleh karena itu, penarikan kesimpulan dilakukan pada akhir jam pelajaran guna membuat lebih jelas dan mempersingkat waktu.

Demikian pembahasan mengenai model pembelajaran berbasis masalah, apabila artikel ini bermanfaat untuk anda, silahkan bagikan agar teman-temanmu juga membacanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel