Menulis Novel dengan Mudah, Begini Caranya!

Balerumah.com – Novel merupakan salah satu jenis buku yang paling banyak diminati oleh para pembaca di seluruh penjuru dunia. Buku ini biasanya dibaca sebagai hiburan. Namun, di balik hiburan itu, terkadang terdapat kisah yang benar-benar terjadi, walaupun tersamarkan.

Via: Pixabay
Novel dibuat berdasarkan ide dan imajinasi penulisnya untuk merangkai sebuah cerita. Tidak hanya itu, novel juga terkadang menceritakan kisah dari si penulis itu sendiri, seperti misalnya novel “Garis Waktu” Karya Fiersa Besari.

Jika anda memiliki ide atau kisah tersendiri yang unik, anda bisa membuatnya menjadi sebuah novel dengan menyusunnya sesuai kriteria penulisan novel. Tentu saja, novel memiliki beberapa komponen supaya cerita di dalamnya mendapat untur estetik yang bisa merangsang jiwa pembaca.

Siapkan Rencana Ini Sebelum Menulis Novel!
Via: Pixabay
1. Ide
Ini adalah yang paling penting sebelum anda memulai menulis novel. Ide muncul dari pertanyaan-pertanyan yang ada di dalam diri kita sendiri. Seperti misalnya, “mau nulis novel tentang apa?” inilah pembuka dari ide-ide selanjutnya. Pikirkan tentang suatu kisah yang sangat sulit untuk anda lupakan. Entah itu kisah cinta, keluarga, persahabatan, petualangan, penindasan, dan lain sebagainya.

Setelah itu, akan muncul pertanyaan lagi. “Mulai menulisnya dari mana?” Tunggu dulu, anda belum sampai tahap itu. Pikirkan dahulu tentang “siapa tokohnya, bagaimana alurnya?” untuk pembahasan tokoh dan alur, akan kita lanjutkan di bawah ini.

Via: Pixabay
2. Tokoh
Sederhananya, tokoh adalah orang yang memiliki peran dalam sebuah cerita. Kita bisa lihat dalam sebuah film, misalnya. Pasti ada orang-orang yang memiliki peran di dalamnya. Ada yang sebagai peran utama, penjahat, pemela, dan lain-lain. Umumnya tokoh dibagi dalam 2, yaitu protagonis dan antagonis.

  • Protagonis
Protagonis bukan berarti orang baik. Terkadang, protagonis juga melakukan kejahatan. Jadi, apa itu protagonis?

Protagonis itu tokoh yang menjadi pendukung utama sebuah cerita. Jika anda berpendapat bahwa protagonis adalah orang baik, itu salah. Anda mungkin pernah menonton film Joker, ya, kira-kira seperti itulah protagonis.

  • Antagonis
Yaitu orang atau kelompok yang berperan sebagai lawan dari protagonis. Maksudnya, antagonis ini bertolak-belakang dengan protagonis.

Tokoh ini yang menjadi penentang di dalam cerita, dan di tempatkan di pihak yang salah, sehingga terkadang membuat kita sebagai penonton geregetan akan perilakunya. Umumnya, antagonis ini bersifat jahat, atau bisa disebut anti-Hero.

Via: Pixabay
3. Alur
Alur adalah ragkaian peristiwa yang disusun sedemikian rupa sehingga menghidupkan jalan cerita dari awal, tengah, hingga akhir cerita.

Alur penting bagi sebuah novel, karena inilah yang menentukan keasyikan dari cerita. Maka, anda harus seleksi dalam memilih alur cerita. Alur terbagi menjadi:

  • Alur maju
Ini adalah alur yang paling umum digunakan, baik di novel maupun film. Alur ini umum digunakan karena hanya berjalan maju ke depan. Penulis juga dapat memasukkan kenangan masa lalu, asalkan tidak banyak. Memang kenapa kalau banyak? Ya, alurnya beda lagi.

  • Alur Mundur
Ketika baru membaca alur mundur ini, kita pasti akan kebingungan. Karena belum tahu apa yang sebenarnya terjadi sebelumnya. Jadi, alur ini menceritakan tahap akhir yang kemudian diceritakan lagi apa sebenarnya. Itu sebabnya alur ini dinamakan alur mundur.

  • Alur maju-mundur (campuran)
Alur ini biasanya dipakai pada novel fiksi yang paling laris. Alur ini diawali dengan kejadian menarik dari cerita, yang kemudian kembali ke masa lalu, dan diakhiri dengan penyelesaian cerita. Jika anda mengerti cara mengatur alur cerita, alur ini tentu cukup mudah untuk dibuat.

Via: Pixabay
4. Karakter
Karakter dan tokoh jelas berbeda. Tokoh adalah orangnya, sedang karakter adalah watak dari tokoh itu sendiri. Anda sebagai penulis, harus menghidupkan karakter dengan matang agar cerita pun menjadi menarik.

Bagaimana caranya?

Menghidupkan karakter bukan berarti kalau sifat tokoh A jahat, selamanya akan jahat. Itu akan membuat pembaca bosan karena sudah bisa menerka bagaimana ceritanya. Anda perlu mengkombinasi dengan watak yang suatu waktu baik, tapi ujungnya jahat, itu yang saya maksud. Sehingga membuat pembaca menjadi geregetan.

Oh, iya. Jika anda ingin membuat karakter yang bagus, usahakan jangan terlalu banyak tokoh yang ada dalam novel. Karena itu akan membuat pembaca menjadi bingung dan menilai karya anda tidak bagus.

Baca juga: Cara Membuat Puisi yang Indah untuk Pemula Agar Sesuai Teori

Hal yang Membuat Tulisan Novel Ternilai Bagus


Via: Pixabay
1. Majas atau gaya bahasa
Majas penting bagi novel karena dapat memperindah bahasa di dalamnya. Berikut majas yang umum digunakan:

Ironi: makna yang bertentangan
Hiperbola: sesuatu yang dilebih-lebihkan
Metafora: perbandingan yang singkat dan padat
Litotes: mengurangi dengan maksud merendahkan
Personifikasi: benda mati yang seolah hidup dan memiliki sifat seperti manusia.

2. Dialog
Dialog dapat membuat novel menjadi bagus jika penempatannya sesuai, dan akan menjadi buruk apabila terlalu banyak dialog. Maka, tulislah dialog secukupnya saja, yang merujuk langsung pada masalah. Jangan membuat dialog yang berputar dan banyak basa-basi, itu malah akan membuat novel ternilai buruk.

3. Penempatan masalah
Yang membuat tulisan menjadi menarik salah satunya adalah karena terdapat masalah. Masalah yang ada pada novel, usahakan jangan diletakkan terlalu jauh, itu akan membuat pembaca jadi mudah bosan. Antara masalah dan masalah yang lain mesti memiliki jarak tempuh. Dan juga jangan terlalu banyak masalah, dikhawatirkan ketika dibaca nanti tidak mengesankan alias garing.

Baca juga: 7 Kemampuan untuk Kerja Sampingan Mahasiswa Berpenghasilan Puluhan Juta

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel