Inilah 3 Kelemahan Guru dalam Pelajaran Tematik

Uraikan tiga kelemahan guru dalam pembelajaran tematik!
Balerumah.com – Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, baik dalam hal yang kompetensi maupun hobi. Terkadang yang kompetensi pun bisa lupa akibat kurangnya asah materi dan praktek. Oleh karena itu, seorang guru juga pasti punya kelemahan dan terkadang lupa. Kedua hal tersebut merupakan hal yang wajar-wajar saja.

gambar via: pixabay
Namun, di sini Bale Rumah ingin mengulas tentang apa saja kelemahan guru dalam pembelajaran tematik dan atau perhitungan lainnya. Sebelumnya, saya ingin menerangkan bahwa artikel ini ditulis bukan untuk mengurangi derajat atau bahkan menjelek-jelekkan profesi guru. Karena kita semua pun juga banyak belajar dari guru. Tanpanya, saya tidak bisa menulis dan membaca.

Dalam pembelajaran tematik, kita semua identik sekali dengan perhitungan. Kita tak pernah lepas dari perhitungan dalam sehari-hari. Entah itu perhitungan uang, jumlah barang, dan mungkin masih banyak lagi yang sering kita hitung.

Sebab “hakikat hidup memang tak jauh dari angka,” begitu kata seorang ilmuan matematika Yunani Kuno, yaitu Phytagoras.

Phytagoras mengatakan demikian karena dalam hidupnyayang tak pernah jauh dari angka. Misalnya kita menanyakan waktu, “sekarang jam berapa?” jawabannya bpasti dalam bentuk angka. Contoh lain seperti “kamu anak ke berapa?” “rumahmu nomor berapa?” umur, hari-tanggal, dan masih banak lainnya yang mana jawabannya akan berujung pada angka.

Oke, sekarang inilah beberapa kelemahan guru dalam pembelajaran tematik.
 
Nanti baca juga: Inilah 4 Hal yang Membuat Orang Malas Belajar

1. Lupa Rumus
Sepintar apa pun, secerdas apa pun manusia, pasti memiliki unsur “lupa.” Lupa ini memang hal yang wajar. Namun lupa ini sifatya hanya sementara. Mungkin karena banyak pikiran di kepala sehingga ingatan berdesakkan dengan pikiran yang baru.

Hal yang sering dilupa biasanya dalah rumus. Karena rumus ini banyak macam dan versinya. Ada versi ilmuan ini dan itu yang terkadang kita pun lupa kalau tidak membacanya lagi.

Maka dari itu, sebelum memulai pembelajaran kebanyakan guru membaca terlebih dahulu apa saja yang akan diajarkannya supaya ketika mengajar nanti tidak lupa.

Nanti baca juga: Pentingnya Mata Pelajaran Sejarah di Sekolah

2. Salah Perhitungan
Ini biasanya berkaitan dengan poin di atas. Misalnya karena lupa rumus, terkendala bantuan dalam berhitung, dan atau fasilitas yang kurang memadai. Salah perhitungan yang terjadi pada guru juga biasanya disengaja, misanya karena untuk menguji; siswa mana yang pahan dan memahami isi pelajarannya.

Jadi, jangan salah paham. Biasanya guru pura-pura lupa biar tahu mana muridnya yang paham. Karena dari situ, guru lebih mudah untuk menilai siswa yang benar-benar aktif.


3. Masalah Penilaian
Nah, ini dia yang membuat murid terkesan. Dalam sebuah penilaian, terkadang guru bingung dalam penilaian, karena jawaban murid yang abstrak atau bahkan tidak masuk sama sekali. Perhitungan dan jawaban yang tak sinkron, jawaban yang salah semua, angka yang tidak jelas, itu jadi kendala bagi guru.

Tetapi di sinilah kesabaran guru diuji. Apalagi ketika menghadapi kenaikan kelas, sedangkan nilai murid masih jauh di bawah rata-rata. Ini jadi persoala yang cukup berat.

Maka dari itu tak jarang guru memberikan tugas dan perbaikan nilai, agar nilai-nilai murid memenuhi syarat untukkenaikan kelas.

Cukup sekian ulasan dari Bale Rumah tentang kelemahan guru dalam pembelajaran tematik. Apabila artikel ini bermanfaat, silhkan bagikan!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel