Apa Itu Critical Thinking? Pengertian dan Kelebihannya

Balerumah.com - Critical thinking atau yang artinya "berpikir kritis, adalah kemampuan untuk berpikir jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau apa yang kita yakini benar. Orang dengan keterampilan berpikir kritis cenderung mengidentifikasi informasi yang relevan lebih cepat, memisahkan informasi yang tidak relevan, dan menggunakan informasi untuk menemukan solusi masalah atau membuat keputusan. 

Foto oleh Michael Burrows dari Pexels
"Berpikir kritis" adalah keterampilan berpikir yang tidak setiap orang bisa lakukan. Disebut dengan critical thinking skills/ atau keterampilan berpikir kritis, karena harus mengenal teknik-teknik berpikir kritis. Jangan sampai anda ingin menjadi kritis, namun masih punya kesalahan logika. Oleh karenanya, banyak juga yang melakukan kritisi namun dengan cara logika yang tak relevan.


Orang dengan kemampuan berpikir kritis yang cukup, mampu mempelajari masalah secara sistematis dan terorganisir. Merumuskan masalah yang inovatif dan merancang solusi yang dianggap relatif baru. 

Oleh karena itu, seseorang perlu memiliki keterampilan berpikir kritis dan perlu mempelajarinya, karena keterampilan tersebut sangat berguna dan dapat digunakan sebagai bekal untuk hidup sekarang dan yang akan datang. Orang dengan kemampuan berpikir kritis dapat melakukan hal-hal berikut:

1. Argumen logis
Seseorang dengan pemikiran yang kritis pastinya dapat berargumen dengan logis, karena salah satu senjata untuk kritis adalah berpikir logis. Jika ada sesuatu di luar dari kelogisan, orang dengan pemikiran kritis akan menindak dengan berbagai pertanyaan dan keraguan.

Logis yang diucapkan juga bukan hanya sekedar anggapan logika, akan tetapi juga memiliki bukti yang empiris. Untuk menjadi pemikir yang kritis dan logis, tentunya seseorang harus memiliki pengetahuan yang luas, sehingga ketika ada masalah yang dialihkan, seorang kritisi dapat cepat menanggapinya.

Argumen argumen logis bukan hanya diciptakan semata untuk melawan argumentasi seseorang. Akan tetapi lebih dari itu, seorang dengan keterampilan berpikir kritis akan merumuskan apa yang orang lain sampaikan kepadanya, dan lalu menyimpulkan kerangka argumen logis yang baru. 

2. Meragukan segala sesuatu
Dalam pemikiran orang kritis, siapapun patut untuk dicurigai, atau diragukan. Sesuatu yang diucapkan, dilakukan, atau dipamerkan seseorang, belum tentu tidak ada niat terselubung. Nah, orang dengan pemikiran kritis inilah, meragukan segala sesuatu. Karena baginya, siapapun akan punya kesalahan, dan siapapun punya kekurangan.

Meragukan segala sesuatu, dalam berpikir kritis, pertama-tama adalah dengan mempertanyakan terlebih dahulu apa yang hendak disampaikan. Setelah mendapat jawaban yang tidak memuaskan, seorang kritisi menawarkan keraguannya dengan menyangga menggunakan analogi analogi yang kuat dan kredibel. 

Meragukan sesuatu bukan sekedar mengolok-olok kebenaran yang ada, akan tetapi lebih jauh dari itu, seorang kritisi berusaha mencari jawaban atas keraguannya.

3. Merenungkan kebenaran
Kebenaran seringkali menjadi candu bagi setiap orang. Nah, seorang kritisi akan merenungkan kebenaran dengan berbagai cara dan bukti bukti. Karena kebenaran sering kali hanya berpihak pada satu pendapat, atau bahkan sengaja dibuat artifisial demi satu kepentingan.

Dengan membaca situasi tersebut, seorang yang berpikir kritis sering merenungkan kebenaran dengan sangat hati- hati. Bisa jadi kebenaran yang akan ia ucapkan juga mengandung usur artifisial dan kepentingan pribadi. Oleh karena itu, seorang kritisi lebih banyak bertanya kepada diri sendiri ketimbang orang lain.

Ia akan terlebih dahulu berdialektika dengan diri sendiri, seperti aku dengan aku yang lain. Mencoba menemukan suatu jawaban yang puas dan lugas sehingga dapat diugkapkan dengan energik yang luar biasa. 

4. Menyelesaikan masalah dengan sistematis
Tidak semua orang berpikir kritis mempunyai solusi yang paten. Karena critical thinking sangat berbeda dengan problem solvingDalam hal ini, yang dimaksud adalah berpkir kritis untuk menyelesaikan masalah masalah internal. 

Kita sering kali menemukan masalah dalam hidup ini. Bahkan dimulai saat bangun tidur. Seorang yang mempunyai keterampilan "berpikir kritis" tentu punya cara tersendiri untuk menyelesaikan masalahnya, hal ini dibekali dengan pemikirannya yang logis dan lugas. 

Seseorang dengan berpikir kritis tentu akan sangat teliti dalam menyelesaikan masalah. Dengan cara yang sistematis, sehingga tercapai sebuah solusi yang tak terbatahkan. 

5. Merangkai pola logika dan gagasan
Dengan berbekal pengetahuan dan pemikiran yang logis, seorang kritisi punya kerangka dalam mengejawantahkan pemikirannya. Kerangka tersebutlah akan membentuk pola dan gagaan. 

Kita tahu jika ada suatu topik atau masalah, seorang dengan latar belakang potensi yang berbeda akan menghasilkan gagasan yang berbeda-- sesuai dengan bidang yang dikuasainya. Misalnya dalam menghadapi topik masalah kesehatan: seseorang dengan latar belakang pendidikan kesehatan tentu akan berbeda argumentasinya dengan seseorang yang memiliki latar belakang ekonomi.

Hal tersebut bukanlah hal yang aneh. Karena kerangka logika dan gagasan yang keduanya miliki sudah berbeda dan itu akan menimbulkan diskusi yang panjang. Mungkin keduanya akan menemukan kesepakatan, mungkin juga pertentangan. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel