Perbedaan Paper dan Makalah Yang Jarang Diketahui

Balerumah.com - Dalam tugas di sekolah maupun kampus, terkadang ada hal-hal yang tidak ketahui tugasnya. Mungkin peserta didik tahu, akan tetapi penjelasannya dan bagaimana penulisannya tidak diterangkan. Seperti misalnya membuat "Paper dan Makalah". 

Foto oleh Anna Nekrashevich dari Pexels (edit)
Terkadang juga guru/ dosen memberikan tugas berupa paper, namun menuliskannya makalah. Nah, hal seperti inilah yang membuat peserta didik rancu dan kebingungan mau buat apa. 

Secara mendasar, perbedaan paper dan makalah adalah: paper adalah ringkasan suatu pencarian materi atau penelitian (dan bukan meneliti). Sedangkan makalah adalah karya tulis yang membahas suatu permasalahan pokok. 

Tentu, keduanya sangatlah berbeda. Jangan mengira sama hanya karena berbentuk tulisan yang panjang, dan secara formal bentuknya sama; memiliki cover, daftar isi dan penutup. 

Perbedaan Paper dan Makalah
Secara struktur bentuk tulisan, paper dan makalah tentunya sangatlah berbeda. Kalau paper biasa digunakan utuk membedah suatu jurnal, sedangkan makalah untuk membahas suatu masalah.

Struktur Tulisan Paper
Oleh karena paper digunakan untuk membedah jurnal, maka sumbernya pun harus dari jurnal dan bukan artikel. Untuk mengetahui perbedaan jurnal dan artikel bisa baca di sini

Berikut adalah struktur tulisan paper:
  1. Cover/ Judul
  2. Abstrak
  3. Bab pendahuluan
  4. Pembahasan: Metode uji yang dilakukan dalam jurnal
  5. Penutup: Kesimpulan
  6. Daftar pustaka
Struktur Tulisan Makalah
Sebelum melihat bagaimana struktur makalah, berikut ini adalah ciri-ciri yang harus ada di dalam makalah:
  1. Memiliki sumber: sumber yang digunakan dalam makalah tidak terbatas pada bentuk tulisan. Makalah bebas menggunakan sumber dari manapun, misalnya artikel internet, jurnal, buku dan lain sebaganya.
  2. Objektif: makalah harus objektif dalam tulisannya. Makalah fokus membahas masalah apa yang disertainya dengan jelas dan tidak banyak masalah yang dicampurkan. 
  3. Otentik: makalah harus punya sumber yang jelas, tulisan yang diambil haruslah sumber yang mempunyai nama penulis. Hal ini agar dapat diuji kebenarannya dan ada tanggung jawab dalam penulisan. 
Berikut ini adalah struktur penulisan makalah:
  1. Cover/ Judul
  2. Bab 1 Pendahuluan
  3. Bab 2 Pembahasan 
  4. Bab 3 Penutup
  5. Daftar Pustaka

Cara Penulisan
Pada kedua bentuk tulisan tersebut, ada cara penulisan yang sama, ada pula bedanya. Oleh karena itu, jika seorang guru/ dosen memberikan tugas haruslah jelas: paper atau makalah. Karena memang berbeda. 

1. Siapkan Sumber
Untuk menuliskannya, pertama tama anda siapkan bahan-bahan sumber dari mana pun yang akan dijadikan tulisan. Baik artikel internet, buku dan lain-lain. Pastikan sumber yang anda gunakan adalah sumber yang akurat, sehingga kebenarannya dapat dipercaya.

2. Buat Sesuai Susunan
Susunan atau struktur tulisan yang akan anda buat mesti sesuai dengan struktur kategori tulisan masing masing. Di sana anda bebas meletakkan sumber yang digunakan. Misalnya di bagian pendahuluan pakai sumber dari A, lalu ditambah dari B, begitu dan seterusnya selagi masih dalam satu lingkup bahasan.

3. Baca Kembali
Kadang peserta didik lupa untuk membacanya kembali tulisan yang sudah jadi. Mereka merasa bahwa tulisannya sudah jadi dan tak perlu dilihat lagi. Padahal, kita tidak tahu apakah ada kesalahan dalam penulisan atau tidak. Misalnya ada terjadi tulisan yang typo, kesalahan penempatan, atau bahkan ada bab yang belum ditulis. Maka dari itu diharapkan dibaca kembali paper atau makalahnya. 

Demikianlah perbedaan tentang tulisan paper dan makalah. Masih banyak tulisan yang kadang kadang disebut sebagai makalah, padahal sangatlah berbeda. Nanti akan dibahas di tulisan selanjutnya. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel